Siapa Saya?

Gayana-Ji
Gayana-Ji

Saya lahir di sebuah kota kecil di Sulawesi Selatan, tepatnya di Langnga Kabupaten Pinrang, 14 Juli 1973 silam..meski terlahir disana tapi tak banyak saya tentang tanah kelahiranku itu..sebab menginjak usia 2 tahun, orang tuaku pindah dan menetap di Pangkep Sulsel.Bahkan sebelumnya sempat tinggal di Kota Pare-Pare. Perpindahan orang tua saya dengan sistem ‘nomaden’ itu, karena beliau hanya pekerja kasar, yang menggantungkan hidupnya dari perputaran ekonomi di sebuah daerah. dimana daerah tersebut ‘beruang’ kesanalah mereka pergi.

saya tamat SD, SMP di kabupaten Pangkep, tepatnya di SD 6 Lokkasaile thn 1986 dan SMP 2 Pangkajene Pangkep. Untuk SMA saya sempat mengenyam pendidikan di SMA 1 Pangkep..namun begitu naik kelas II, ortu pindah ke Sulawesi Tenggara, tepatnya di Desa Tandebura Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka.

Orang tua saya kerja tani, bahkan mencoba merintis hidup di negeri baru itu…entah kenapa begitu pindah ke sana rasanya sulit, maklum desa tujuan kami jauh dari perkotaan. 3 bulan lamanya aku ‘nganggur’ mau sekolah tapi jauh, satu-satunya SMA yang ada adalah SMA berstatus filial, itu juga binaan PGRI dari kecamatan terjauh, namanya SMA PGRI Filial Wundulako di Toari..

ortu-ku memasukkan aku kesana, maklum ujian sudah dekat dan saya harus sekolah..saya tak punya pilihan meski ada ‘gengsi’ pada waktu itu, soalnya sekolahku di Pangkep termasuk yang terbaik di Sul-sel. Aku harus sekolah meski belajar pada sebuah sekolah yang berlantai tanah, berdinding papan, dan beratapkan daun nipa, gurunya pun satu..saya ingat betul pak guru itu (meski namanya aku lupa), tapi terakhir kudengar ia masuk menjadi karyawan PTP XII yang bergerak dibidang penanaman kakao. Gaji beliau saat itu Rp 1400 perhari..itu ditahun 1991…

memasuki tahun 1992, aku naik kelas III SMA…saya dan teman-teman yang jumlahnya hanya 6 orang ‘dikirim’ ke sekolah induk tepatnya SMA PGRI Wundulako. Kata pak guru, memudahkan untuk proses Ebtanas..kebayang sekolah itu besar, padahal juga numpang di sebuah gedung SD. Apa boleh buat, kami harus menyelesaikan pendidikan. Kebetulan aku masuk jurusan IPA Biologi, total murid di SMA itu tidak sampai 100 orang… meski begitu aku terbilang sebagai siswa peraih ‘Juara Umum’ disetiap catur wulan. dan yang membuat saya bangga, saat pelaksanaan Ebtanas tiba, untuk jurusan A2 (Biologi), sayalah ‘satu-satunya’ siswa yang lulus kala itu. Disana saya tinggal di rumah kost milik danramil Wundulako, namanya pak Saifuddin, kami tidak perlu bayar, tinggal saja…ya sekedar bantu-bantu setiap hari minggu kami kerumah beliau bersih-bersih halaman.Banyak cerita disana, pernah kehabisan beras sehingga harus makan kelapa, yang penting kenyang. dan sekolah sukses.

Tamat di tahun 1992, aku pulang ke desa, niat untuk kuliah begitu besar..tapi apa daya orang tuaku tidak mampu membiayai..di desaku, jarang lho lulusan SMA, bisa diitung dengan jari, maklum mungkin tak cukup 10 orang…

‘Kepintaranku’ aku manfaatkan untuk organisasi, bantu-bantu kepala desa, bergabung dengan karang taruna, hingga masuk ke level kecamatan. sering saya dapat panggilan dari pak Camat, saya ingat betul namanya Zulkifli Tahrirr, kini beliau menjadi salah satu pejabat di kabupaten Kolaka. Panggilan pak camat itu karena saya dianggap mampu bekerja dibidang seni, menggambar, meletter dan khaligrafi..

Saya juga kaget, saya berbakat di bidang khaligrafi Arab, padahal saya tak pernah belajar di pesantren dan sebagainya. Namaku sedikit ‘melejit’ di Khaligrafi ini, sebab melalu even MTQ, saya sering sekali tercatat sebagai juara Khaligrafi se Kabupaten Kolaka, bahkan pernah meraih juara II untuk tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Masih di tahun 1992, desa saya kedatangan Mahasiswa KKN Universitas Haluoleo Kendari, mereka diantaranya La Ode Muslimin Hibali (Kini pejabat di Kota Bau-Bau), Muh. Ridha Tahrir (Pejabat di Kolaka), La Alimu (kini guru di Pasarwajo Buton), Asma (Kini Pegawai Dinas Pertanian Sultra), Ones/Yohannes  (salah satu guru SMA di Kolaka), Musafir dan 2 perempuan lainnya yang kini saya tak tahu kemana rimbanya.

‘Merekalah’ yang memberi aku support, sehingga akau pernah ‘dipakai’ beberapa tahun sebagai guru bantu di SMP Toari meski hanya berbekal ijazah SMA. mereka pulalah yang mengatakan jika saya ‘harus’ tinggalkan desa, sebab katanya saya cocoknya tinggal di kota..tapi dimana? pikirku saat itu. Saya jalani kehidupan sebagai ‘guru’ dari tahun 1992-1997..cukup lama meski dengan ‘upah’ perbulan tidak lebih dari Rp 20 ribu.

Kadang upah yang sedikit itu menjadi cemohan sanak familiku yang memamg mampu secara ekonomi. Yang saya ingat..mereka bilang, kamu kok mau jadi guru dengan gaji 20 ribu..itu tak cukup untuk beli sabun sebulan. hatiku nyeri dan dingin. Saya tersugesti, untuk lepas dari cemoohan itu, saya bertekadad jadi PNS, meski saya sadar saat itu untuk menjadi PNS tak cukup dengan garis tangan, tapi perlu tanda tangan, buah tangan dan lai-lain. pikiran pendekku, saya harus bersurat pada pak Suharto, presiden saat itu. saya tulis, dan alhamdulillah ke balas. Tapi sayang itu juga belum cukup untuk menjadi PNS, meski sudah grasa-grusuk hingga kemana. mungkin saya tak punya uang ‘sogokan’…hahaha.

Di tahun 1995, saya ikut teman guru saya ke Kota Kendari namanya Pak Marwan Akase, beliau dapat penugasan untuk kualifikasi pendidikan dari D2 menjadi S2 atas biaya negara di Unhalu Kendari. Saya mengekor, meski saya sadar bahwa beliau juga harus punya biaya tambahan hidup di ibukota Sultra itu. Yang saya ingat betul, beliau pernah mengajak saya untuk jadi kuli bangunan di sebuah perumahan Dosen, aku tak ingat gajinya berapa. yang kuingat gaji itu cukup untuk pulang ke Kolaka..hahaha…aku rindu orang tua..tapi setidaknya keberadaanku memicuku untuk harus kuliah dan memperbaiki nasib sendiri.

Pulang ke Desa, begitu episode selanjutnya..statusku di desa pun agak ‘meninggi’ sepulangku dari Kendari. saya lagi-lagi di panggil pak camat untuk kerja sebagai staf Unit Pengelola Keuangan (UPK) pada Program Pengembangan Kecamatan (PPK), alhamdulilah sebulan saya dapat honor Rp 400 ribu. bahkan saat itu ada Pemilu saya dimasukkan jadi anggota Panwaslu, honorku juga bertambah. uang kukumpulkan, cukup setahun kerja di PPK aku minta mundur dengan hormat di forum antar desa itu. Alasannku  aku mencoba ke kota Kolaka untuk cari yang lain. Semua yang mendengar memberi saran, jangan..jangan…jangan..”desa masih butuh orang seperti adek” begitu nasehat orang-orang tersebut.

Di Tahun 1997 saya sudah hilir mudik desa dengan Kota Kolaka, saya mulai bergonisasi lewat Pramuka, yang memang kujalani sejak masih sekolah. Entah kenapa saya dlm forum pemilihan pengurus dewan kerja Cabang Kolaka, terpilih masuk sebagai pengurus..disanalah banyak orang-orang yang saya kenal…Untuk pekerjaan sembarang saja, yang penting dapat hasil..cari mencari ada alumni STPDN, namanya Ashari (pernah menjadi Calon Wakil Gubernur Sultra Periode 2008-2013 berpasangan dengan Bpk Masyhur Masie Abunawas, walikota kendari) mengajakku untuk menjadi wartwan disebuah media rekan-rekannya di jakarta dan makasar namanya Surat Kabar Mingguan Sulawesi News. Bangga tentunya, sebab profesi wartawan masih sangat di segani kala itu…..(selanjutnya BACA di BERKIPRAH JADI WARTAWAN)……..

Responses

  1. wah… pak Hamzah berkembang dengan cepat ya, hehehe…. Yup! pilihan yang tepat sekarang beranjak ke media online (blog). Tetap semangat bpk Hamzah…!!!

  2. sejarahnya masih ada yang kurang yaitu ketika masih berkiprah sebagai anggota “camp njoreng”…. salam dari K’ Asdar, Rahim and K’ Rais…..
    By. Admin http://www.korps-citaka.co.cc

  3. memang webnya belum lengkap. Insya Allah ‘roamntisme camp joreng’ pasti terpublikasi..masih pengisian bosku….salam buat kak rais, kak asdar, rahim, ulla, nompe..dan safar..si kurus juga sapa lagi namanya….hahaha..sengaja di lupa…

  4. Ass.. Pak Hamzah

    Artikelnya bermanfaat sekali untuk pembaca…. banyak terkandung nilai-nilai positif yang dapat diambil dari setiap tulisan yang bapak buat. makasih sdh berkunjung ke Blog sederhana aku kemarin… salam kenal ya pak…

  5. salam kenal ya mas..

  6. Masih kurang bos….tentang hidup di lorong PLN Kolaka…..masih ingatkah dikau dengan orang tua dan sudaramu disana?

  7. eh…Ulla.saya ingat ji semuanya, untuk sekarang masih terus dibenahi…bagaimana kabar kakak2 dan Orangtua di lorong…sering berkunjng kesini nah…..

  8. Asslmkm Pak Hamzah, salute buat PH (saya singkat mi saja nah) bisa meluangkan waktu dan pikiran untuk berbagi info tentang Sulawesi tenggara khusunya Buton dan sekitarnya.

    PH….. Trima ksih atas ulasannya tentang Kabaena, sangat…..sangat bermanfaat untuk kami di perantauan.

    Salam Kenal buat PH, Insha allah saya akan sering2 bertamu, sekedar info, saya tinggal di jepara, dan kebetulan kami bergerak di bidang pembuatan mebel, sementara ini kami banyak mengirim ke England

    siapa tau ada yg butuh info tentang mebel, saya siap berbagi dan gratis….., untuk jenis design boleh liat ke web berikut ini, 99% kami yg buat di jepara.

    http://www.brutonclassic.co.uk
    http://www.spratts.co.uk

    begitu mo dulu nah,
    wassalam
    Bang Lala

    PS. Hello temen2 Alumni SMA 1 Baus Angkatan 86, pls kontak ane yaaaa

  9. kak,,,hdp itu mmg perjuangan,mmg kita benar2 berjuang agar kita bs hdp,,,keberhasilan sesoramg biasanya dilihat dr kegigihan dan ketekutan,
    tp aku salut kok ,,tp satu hal yg perlu kakak ketahui bahwa jika kt sabar di tengah-tengah kepahitan,,Tuhan akan menilai kesabaran kita dan dia akan buka jalan,,ttp semangat kak,,setialah dalam pekerjaan kakak,,krn org yg setia tdk akn pernh menjadi ekor tetapi menjadi kepala (pemimpin),ok God Bless U,,,

  10. aslm.wr.wb,….kak jangan lupa dong buat cerita atau artikel mengenai teman-teman kampus, yah biar terkenal juga teman-temannya di dunia luna maya eh maaf dunia maya maksud ku ji, okeee, ku tunggu artikelnya, thanks wassalam

  11. Askum wr wb pak hamzah.Sebagai orang yg jauh dari bau bau, saya senang bisa kenal dengan bpk. terus maju dan ciptakan artikel tentang bau bau, hidup bau bau. thanks wassalam

  12. ancaaaa’ memang bergayaki di’ kita masih ingatkah organisasi pramuka yang mengantar kamu di era hari ini

  13. Hello, can you send me your email? I have to ask you some questions

  14. please sent to anca_hamzah@yahoo.com, thanks

  15. assalamu ‘alaikum
    salam kenal pak
    oya, mo nanya gimana cara buat tulisan “welcome” disudut kanan atas. Soalnya saya ini baru belajar ngeblog.
    Dimana saya bisa lihat referensinya? ato kalo bapak punya tolong dikirimkan ke emai saya. Terima Kasih

  16. wah..nggak nyangka pernah tinggal dikolaka…

    perjalan hidup yang penuh tantangan..dengan sedikit bumbu percintaan yang akhirnya kandas…

    salut

  17. Salut dan bangga dengan perjalanan hidupnya kanda..semngt terusss jngn pernah berhenti untuk berkarya………..

  18. assalamu alaikum bos… padaki to pinrang mantap sejarah perjalananta. salam kenal dan sukses selalu

  19. semoga sukses..

  20. Pak, izin yah…
    Saya jadiin blogroll… :)
    Thx before…

  21. pakkk ajarin buat website dong

  22. luar biasa pengalaman hidup anda. saya lahir dan besar di sultra, sehingga memahami kondisi yg bapak ceritakan. mengharukan, namun bapak menceritakannya tanpa cengeng. malah menginspirasi dan membangkitkan semangat, bahwa dalam keterbatasan asa tak boleh surut. serta menguatkan keyakinan, bahwa allah swt tak tidur. hati yg lurus dan niat yg tulus akan diridhoi olehNya. makin sukses, semangaaattt…!!!

  23. assalamu alaikum, tanpa mengurangi rasa hormat yang ada di halaman ini, saya ingin tahu sedikit celah, soal bagaimanakah agar tulisan saya bisa di muat dalam korang lokal..??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: