Oleh: hamzah73 | Mei 27, 2010

Image Seks Kota Manado. Mari Jo!

Welcome To Manado In Boulevard

Welcome To Manado In Boulevard

Manado memang indah, cantik dan punya daya tarik tersendiri. Kota di utara Indonesia ini, dari segi nama memang punya daya jual. Menyebut dan membayang nama Manado, seolah membayang nama-nama kota yang ada di luar negeri. Manado seolah bersanding dengan nama-nama kota di negeri ‘latin’, seperti Madrid, Cossovo, dan lainnya. Apalagi nama-nama kota di Asia, hampir serupa seperti Mindanao, dan Macao. Yang pasti, image Manado bagi orang yang belum berkunjung ke sana, pasti lebih melekat dibanding kota-kota lainnya di Indonesia seperti Surabaya, Bandung dan Makassar. Ke Manado, seolah berkunjung ke negeri lain.

Saya pun membuktikannya, meski hanya melintas beberapa hari di Manado,

Pantai Indah Kota Manado

Pantai Indah Kota Manado

image saya seolah ‘di paksa’ membuktikan kemolekan Manado. Bahkan rekan-rekan  yang mengetahui perjalanan saya ke Manado mengingatkan saya dengan idiom 3B, yakni bubur, bibir dan bunaken. Malah ada yang nambah ‘Bobo Jo!’ katanya. Lebih parah lagi, mereka seolah memaksa saya untuk menikmati salah satu dari empat pilihan itu. ‘Bibir dan Bobo’…waduww….

Tapi, ada pula yang mengingatkan, agar berhati-hati dengan kemolekan Manado. “Hati-hati so pigi Manado, disi-disi so pasti beking seks,” kira-kira artinya lebih kurang begini; hati-hati saja kalau Anda bepergian ke Manado, disini pasti banyak ‘pembuat’ seks. Separah itukah?

Saya pun bertanya dalam hati, apakah merugi jika ke Manado tapi tidak menikmati  seks Manado itu? Sebagai pendatang baru saya ingin membuktikannya, dengan niat merubah image Manado sebagai kota bebas ‘yang itu’. Saya hanya ingin Manado benar-benar sebagai kota metropolitan layaknya Jakarta, Surabaya, Medan dan Makassar. Sudah pasti fasilitas ‘seks’ banyak tersedia, namun image sebagai kota seks tentu tidak boleh dikembangkan. Sebab Kota Manado adalah kota yang sama posisinya di Indonesia sebagai kota yang penuh keindahan, keramahan…

Manado Convention Center

Manado Convention Center

Sesampai di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado 24 Mei baru-baru ini, saya dan beberapa rekan disambut satu kalimat penyambutan, “Salam Baku Dapa!” artinya selamat berjumpa. Bandara ini terbilang sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia Timur selain Makassar. Wajar saja bila dimana-mana yang ada hanya kerumunan orang. Image Seks yang melekat di benak saya, terus menghantui, melongok kiri kanan, melihat para wanita memang rata-rata berparas cantik, putih dan modis. Jarang sekali wanita dijumpai berparas ‘standar kebawah’. Seorang rekan pejabat di kota saya bergumam, “Disini 5 cewek berjalan, ada 10 yang cantik!” katanya menganalisa kemolekan gadis-gadis Manado.

Lepas dari kawasan Bandara, lalu menyusuri kota-kota Manado sambil mencari hotel, benak saya bergumam, “Mungkin yang ini orang-orang banyak berpikir seks”. Mengandaikan keramahan, dan kecantikan serta senyuman menyungging sebagai ‘gampangnya’ menikmati seks di kota ini. Sayapun mengalihkan pikiran, ada apa ‘image’ itu begitu terbentuk di benak orang-orang?. Saya hanya terkejut, ketika masuk hotel, tiba-tiba ada yang menyapa;

“Om butuh selimut?” Waduh! Pikiran saya, sudah pasti bukan selimut biasa, pasti selimut plus

“Tidak, masih capek dari perjalanan” kataku

“Ow, gampang,  kalau Om butuh di pijit, torang bisa bantu, dijamin nyaman Om” katanya.

“Iya, nanti saya ya? Kita masih mau jalan jauh” kataku.

“Ok-ok, kalau butuh ini nomor bisa dihubungi” jawabnya orang yang menurutku seorang ‘makelar’.

Sekitar 2 jam lebih menyusuri malam kota Manado, seraya surfing ‘google’

Pemandangan Gunung Manado Tua dari Kejauhan

Pemandangan Gunung Manado Tua dari Kejauhan

mencari daftar hotel dan bertanya pada beberapa orang, hampir semua hotel yang ditawarkan adalah hotel kelas bintang dengan layanan plus tentunya. Maraknya hotel berbintang ini muncul pasca kegiatan Word Ocean Conferency (WOC) yang dihadiri puluhan negara beberapa waktu silam. Dan, kami putuskan nginap di salah satu hotel di kawasan Boulevard Manado. Memang nyaman, apalagi ada pesan khusus dari sejumlah rekan di sana soal makanan bagi yang Muslim. Kalau yang satu ini tidak masalah, sebab memang yang namanya hotel dengan penduduk yang heterogen, ada saja dijumpai makanan non halal.

Pagi Yang Indah, Mana Doi!

Malam terlewati dengan pulas dan tanpa ‘gangguan’ image kotor, kami sambut pagi yang indah. Terus menyusuri kota Manado yang istimewa itu. Disana terangkai indah pantai kawasan Boulevard dengan latar Gunung Manado Tua nun jauh di sana. Manado memang menawarkan objek wisata yang tiada banding.

Memandang ke atas, gunung Klabat yang dikelilingi awan putih seolah meneduhkan suasana kota Manado, belum lagi Nyiur melambai seolah memanggil, inilah Indonesia itu. Nyanyian “Rayuan Pulau Kelapa”  membentuk benak saya, kalau sang komponis lagu itu mungkin terinspirasi dengan Kota Manado. Maklum pesisir Manado menuju Minahasa, nyiur melambai dimana-mana menghadap ke Laut Sulawesi, seolah memanggil “Mari Jo Torang ke Manado”.

Puas menikmati alam Manado di pagi hari, kualihkan pandangan ke gadis-gadis yang ramai berjalan menyusuri beberapa kawasan perkotaan, dari Mall, hotel, hingga beberapa kawasan perekonomian lainnya. Memang tak bisa dipungkiri, kalau image seks itu melekat (Bagi penikmat seks, tentunya) karena kemolekan para gadisnya. Putih mulus, mata agak sipit dan ramah menyungging senyum.

Puas memandang kota nan cantik ini, saya banyak bertanya pada warga

Pejalan kaki di kota Manado

Pejalan kaki di kota Manado

sekitar tentang Kota Manado ini, ada yang mengistilahkan Manado itu dengan kata ‘Mana Doi’ artinya ‘Mana Uang (mu)’. Mungkin ini pula yang mentasbihkan Manado sebagai kota sekuler sekaligus beraliran konsumensarisme. Tapi yang pasti, saya berkesimpulan kalau Kota Manado memang kota entertaniner. Dimana-mana ada hiburan, kawasan wisata hingga fasilitas pemuas diri lainnya.

Sejarah Kota Manado

Sekali lagi, dalam sejarah panjang Kota Manado, kata Manado berasal dari Bahasa Minahasa dari kata Mana Rou atau Mana Dou yang berarti “Di Jauh”. Kota yang diperkirakan didiami sejak abad ke -16 ini, Menurut sejarah, pada abad itu jugalah Kota Manado telah dikenal dan didatangi oleh orang-orang dari luar negeri. Nama “Manado” mulai digunakan pada tahun 1623 menggantikan nama “Pogidon” atau “Wenang”.

Kata Manado sendiri berasal dari bahasa daerah Minahasa yaitu Mana rou atau Mana dou yang dalam bahasa Indonesia berarti “di jauh”. Pada tahun itu juga, tanah Minahasa-Manado mulai dikenal dan populer di antara orang-orang Eropa dengan hasil buminya. Hal tersebut tercatat dalam dokumen-dokumen sejarah yang ada.

Tahun 1658 , VOC membuat sebuah benteng di Manado. Sejarah juga mencatat bahwa salah satu Pahlawan Nasional Indonesia , Pangeran Diponegoro pernah diasingkan ke Manado oleh pemerintah Belanda pada tahun 1830 . Biologiwan Inggris Alfred Wallace juga pernah berkunjung ke Manado pada 1859 dan memuji keindahan kota ini.

Keberadaan kota Manado dimulai dari adanya besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 1 Juli 1919 . Dengan besluit itu, Gewest Manado ditetapkan sebagai Staatsgemeente yang kemudian dilengkapi dengan alat-alatnya antara lain Dewan gemeente atau Gemeente Raad yang dikepalai oleh seorang Walikota ( Burgemeester ).

Pada tahun 1951 , Gemeente Manado menjadi Daerah Bagian Kota Manado dari Minahasa sesuai Surat Keputusan Gubernur Sulawesi tanggal 3 Mei 1951 Nomor 223. Tanggal 17 April 1951 , terbentuklah Dewan Perwakilan Periode 1951-1953 berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Nomor 14. Pada 1953 Daerah Bagian Kota Manado berubah statusnya menjadi Daerah Kota Manado sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 42/1953 juncto Peraturan Pemerintah Nomor 15/1954.

Tahun 1957 , Manado menjadi Kotapraja sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957. Tahun 1959 , Kotapraja Manado ditetapkan sebagai Daerah Tingkat II sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959. Tahun 1965 , Kotapraja Manado berubah status menjadi Kotamadya Manado, yang dipimpin oleh Walikotamadya Manado KDH Tingkat II Manado sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 yang disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974.

Hari Jadiku sama dengan Kota Manado.

Saya lebih tertarik menulis kota ini, karena sangat special bagiku. Manado sama dengan tanggal kelahiranku, artinya kalau memeriahkan HUT Kota Manado, itu berarti juga memeriahkan ulang tahunku. Bangganya! Yakni tanggal 14 Juli.

Hari jadi Kota Manado yang ditetapkan pada tanggal 14 Juli 1623 , merupakan momentum yang mengemas tiga peristiwa bersejarah sekaligus yaitu tanggal 14 yang diambil dari peristiwa heroik yaitu peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 , dimana putra daerah ini bangkit dan menentang penjajahan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia , kemudian bulan Juli yang diambil dari unsur yuridis yaitu bulan Juli 1919 , yaitu munculnya Besluit Gubernur Jenderal tentang penetapan Gewest Manado sebagai Staatgemeente dikeluarkan, dan tahun 1623 yang diambil dari unsur historis yaitu tahun dimana Kota Manado dikenal dan digunakan dalam surat-surat resmi.

Berdasarkan ketiga peristiwa penting tersebut, maka pada setiap tanggal 14 Juli Kota Manado merayakan HUT-nya. Dan pada tanggal 14 Juli 2010 mendatang ini masyarakat dan pemerintah Kota Manado merayakan hari jadinya yang ke-387. Selamat Jo, semoga image kota sebagai kota seks, tidak ada lagi. (catatan dengan sumber beberapa sejarah kota Manado)

Manado di pagi hari, 26 Mei 2010.


Responses

  1. Naskleng!!! ” bahasa bali”
    Jancuk koe..Loe berani ngatain cewe manado yang jelek_jelek bangsat kamu!!!Bangsat… Ngk semua cewe manado seperti itu 1000 banding 1 tw!!!
    Kamu pasti mas jawa kan!!! Di sana banyak pelacurnya tw…Anjing

  2. Trima kasih pak atas ketertarikan pada kota asal saya.saya sangat mengharaginya.
    Salam kenal.JK

  3. Judul dgn isi gk Jelas!
    baru tinggal beberapa hari dimanado so berani judge satu kota. yakiz!
    bantar ta kase te!

  4. Walaupun hanya 3 hari aku di Manado dengan jadwal yang cukup padat dengan pekerjaanku, diujung waktu aku sempatkan ke Tomohon dan danau Tondano, cukup indah dan mempesona alamnya dan satu jo… kita kenal dorang bersaudara …. Sonia aku akan datang lagi….

  5. yang penting satu untuk manado…Kota terdamai di indonesia..kota yg toleransi beragama nya paling kuat..

  6. Wah sembarangan om, manado itu kota seribu gereja. Lbh religius gitu. Apa om gak liat keatas banyak gereja menjulang?

    Gak keliatan, org yg om liat cewek dijalanan sih.

  7. @naskleng malah nuduh orang jawa? orang jawa g kaya begitu harusnya kau tanya dulu siapa yg menjelekk2an cewek manado baru kau menuduh, orang jawa itu ramah cuma mang banyak yg ngiri sm orang jawa. cewek2 di manado mang cantik2, kebetulan sy punya temen cewek manado, kalo ga bed agama udah sy pacarin

  8. helloo…. jangan saling berantem laah kawan.
    INDONESIA “Tut Wuri Handayani”
    pada nggak ingat Slogan Tanah Air kita, kita tu besodara lah
    beda agama, beda suku, beda apapun itu. tetep lah kita semua sodara…
    saya sebagian darah jawa, sebagian darah manado.
    saya cinta jawa… saya cinta manado
    dan saya cintaaa INDONESIA.
    dari kecil saya pengen banget ke MANADO, ke tanah asal “MINAHASA”
    tapi belum ke sampaian. sekalian ngeliat kota terindah di mata saya :)
    I LOVEEEEEEEEEE MANADO… FOREVER

    Salam dari saya
    anak seorang dari MINAHASA

  9. Siiipp om
    Manado tuh mang kota paling indah dn kota paling tinggi toleransi bragamanya di Indonesia

  10. @Salam buat Reoy
    Sy emosi kalau mendengar ada yng ngejelek-jelekin daerah/tempat asal sy, harap anda maklum..tentunya anda juga sama demikian.

    saya tidak pungkiri di daerah saya ada hal2 semacam itu, tapi hanya sepersekian % penduduk asli, bahkan lebih banyak dari luar daerah.”
    Komentar sy ( tentunya anda juga sama merespon komentar saya)
    Buat yng suka nulis Hal Negatif..(“Anda Seperti Meludah Keatas”)

  11. emg kalo suatu daerah itu ceweknya cantik cantik udh di bilang tempat seks ya om???
    om ibadahnya yg rajin, biar pikiran mesum mu prgi dari otak kaw. bangsat

  12. @James
    aq setuju
    org yg komentar negativ
    bagaikn meludah ke atas pasti balek lgi y ke wjhnya! hehe

  13. salam damai,,!”
    Manado memang keren abiss, sangat indah dan damai…
    Mari kita kesampingkan persepsi tentang hal yang buruk, dan nikmatilah dan syukuri anugrah yang telan Tuhan berikan..#

  14. ad yg mw jd tmn q?
    083191584445

  15. Manado kota Berkat…

  16. Jangan bilang kota kelahiranku sebagai kota sex, Kota Manado memiliki lebih banyak lagi keindahan tanpa bahas soal sex !!

    Please be wise bro !!

  17. manado memang indah, tapi yang lebih indah lagi “toleransi antar umat beragama”, maka jadilah torang ……… “Si Tou Timou Tumou Tou” dimana jo torang tinggal

  18. manado kota yg sempurna tuk menghabiskan sisa hidup.
    Indah…
    Damai…
    Mantap deh.
    Sayang cuma 1 minggu doang. Tp sblum mati gw hrs ke manado lg.

  19. Manadoku memang indah, cantik, gagah dalam berperilkaku lebih menggunakan rasionalitas ,,,,,,,,he,,,,,,he orang manado pande2

  20. Saya punya saudara fam Magenda, sahabat saya dari fam Pandelaki, teman saya dari fam Tandayu, Pangkey, Senduk, pacar saya dulu dari fam Roring….
    Saya sangat menghargai mereka semua dan mereka sangat menghargai saya…

    Dulu saya pernah ke Manado dan saya akan ke Manado lagi….

  21. Ho ho ho . . . .
    Ada apa dengan Kota mode Indonesia…
    Thanks buat penulis blog yg dah pasiar k manado…
    Saya sarankan kalau mau liat tradisional datang ke Tondano he he he… jalan2 kaki di tengah kota Tondano kayaknya asik tuh…. seputaran rinegetan, luaan, toulimambot, rerewokan, atau ke kiniar, roong, wah paling bagus klo ke Toliang…
    wkwkwkwkwk…. anda akan menikmati indahnya Minahasa :)

  22. pikiran om aja yg terlalu mesum, di manado nggk mudah nyari perempuan yg mau nmenin orang asing (tourist) di kamar hotel, saya nggk bilang nggk ada tpi nemuin nya aja yg susah dibndingin kota2 besar lain di indonesia kek jakarta, jogja, at surabaya.
    yaa karena budaya manado yg msih mnggp “sex” tabu dan impermissible menyebabkan fasilitas sex yg tersedia hampir terbilang tidak ada. Saya rsa istilah “3B+Bobo” harus dihapus karena merusak image moral dari manado.

  23. gak semua cwek manado bgtu,,semua kota juga ada cwe nakal…bkn cm manado…

  24. Gue pikir 4B tuh cman apa kata tmen gue aja. Rupanya ada yg ngebahas ginian jg ya. Hehe. Gila yg posting nih artikel, transparant bnget nulisnya. Kayak gk mikir bakal ada yg ngerasa ksinggung. Lu kudu minta maaf sama orang manado se indonesia men.
    Jd gini lo temen2. Klo d jawa cewek yg dijual tuh ratingnya sunda, medan, dan manado. Sepengamatan gue didunia prostitusi tuh dah kayak gtu. Jd maaf bkn dsini mw menyinggung orang2 manado. Dan kmungkinan besar presepsi yg sdh mengakar ini dibawa wisatawan yg berkunjung ke manado. Trus ada oknum di kota manadonya sendiri yg ngebuat manado tmbah jelek. Sperti mengatakan 4B itu sendiri. Dngan pemahaman yg salah mreka pulang membawa asumsi yg buruk mengenai manado. “Klo orang manado ramah2, baik2, putih2, dan semua itu bsa dipakek.”
    Moga2 ini bsa sdikit membantu. kdepannya manado bsa jd kota lebh baik lg. semua kota d indonesia baik. Tdk ada yg buruk. Jngan karena dipisahkan selat kita semakin jauh teman.

    Nb: owh iya, tp emang gue akuin cewek manado cantik matanya sipit2. Soalnya cewek gue dulu orang manado jg. :D

  25. JUSTRU TEMPAT PROSTITUSI TERBANYAK ADA DI JAWA

  26. cewek manado mmg hayud, tp ckp utk “teman tapi mesra” saja. selebihnya sebaiknya jangan!! bahaya!

  27. JAMES ngana pe mulut jang asal bicara !!!
    mungkin ko mama itu yg nglacur di jawa. Goblok

  28. saya sudah kunjungi hampir seluruh kota di propensi di negara ini..banyak kota yang keliatan relegius tapi ada tempat lokalisasi prostitusi dan seks-nya dipingir2 jalan dan pantai.., ada juga kawin kilat tukar kambing…, di manado tidak ada tempat lokalisasi prostitusi profesional, kawin kilat, doleng2, dll

  29. Manado bukanlah “kota seks” sebagaimana yang ada dipikiran orang luar… Bibir Manado itu artinya warga Manado merupakan warga yang ramah terhadap sesama termasuk orang luar. Jadi jangan analogikan senyuman itu dengan hal2 negatif… Bukankah orang2 Jogja juga murah senyum?

    Namun tidak bisa dipungkiri, yang namanya sebuah kota, pasti ada hal yang berbau seks…

  30. ini pengalaman saya berlayar dari cadet hingga menjadi capitano di passsanger ship…..mungkin sudah ribuan cewe mamado yang singgal dan tidur di cabinku semua cantik mulus bak lilin tapi sampai aku pensiun dan saat ini umurku enampuluh saya nggak pernah/nggak berani/nggak membayangkan dapat istri cewe manado..he he he bisa jantungan dan mungkin kalau saya kawin sam cewe manado aku sudah matiiiiiiiiiiiii……….anak cucuku jauhi cewek mamado .ibarat ular semakin indah warna kulitnya semakin kuat bisanya..percayalah.sekarang untuk sementara saya cukup bahagia hidup dihari tua dengan seorang istri bangsa china dan empat oarang anak ( tiga laki2 plus satu wanita )…..tapi meskipun begitu banyak keindahan2 dan kenangan2 manis yang saya alami dengan cewe2 manado.maafkan aku tidak sanggup untuk memilih salah satu diantara kalian karena hatiku yang rapuh dan tidak kuat berbagi bahtera bersamamu………capitano si pelaut tua yang pernah banyak berbuat dosa.

  31. …ah jangan negative thinking om,..jangan men judge manado spt itu,…kalopun ada itu oknum,..beautiful manado,…hidupku tertambat disini,…i am muslim, saudara kami banyak yg kristen,…we love peace…manado damai..

  32. @ triagus: ribuan cw?? udah HIV/aids yah ?? jangan kawin sama cw manado deh, nanti cw manado ketularan HIV.
    yang nulis blog ini ALIM (anak licik iblis munafik).

  33. Saya remaja(18) Menado. Kenyataannya yang saya lihat di kota ini, kebanyakan cewek yang masuk kedalam dunia prostitusi adalah cewek-cewek yang trbilang standar(biasa2 jow) sedangkan yang cantik-cantik bangett yang saya lihat didaerah saya juga dikampus, sebagian besar tidak mau dan merasa jijik dengan hal-hal seperti itu, memang ada bbrapa yg cantik(yg mnjual diri) tpi sbagian besar cewek maniss dikota ini mempunyai latar belakang yang baik, smart, ramah, lembut, (biar kadang2 agak jual mahal :D mar itu yg bking dorang menarik, hehehe) dan nggak mau sama om om.

  34. Torang ambe jo sisi positif nya jangan ambil sisi negatif nya .. Jangan2 profokator yang banyak kata2 negatif disini yang akui orang manado (sulut)? For beking2 kerususan\kriminal , ingat torang samua basudarah nda pandang agama okay ..

  35. Siska Renny Kambey, ada kenangan indah yg tak terlupakan bersamamu, ada saat-saat nyaman ketika kita berdua saling mengisi hati…. dimana kau sekarang… apa masih di Tondano kah….. sehatkah kau, sudah sembuhkah leukimia mu, rindukah kau pada aku….. cinta memang kata hati, walau kita tak menyatu karena keyakinan kita berbeda tapi janji kita tetaplah tulus. Kita memang sudah berkeluarga tapi ingat… cinta kita berdua tak pernah lekang oleh waktu. hehhhhhh………………..

  36. Ane tinggal dijkrta dr suku jawa kenal baik dan entah kanapa memiliki persahabatan khusus dgan cewe2 manado ketimbang suku lainnya. Mungkin krna mreka lebih mrasa cocok dan suka dgn sifat ane.. Mungkin jg krna mreka lebih fasih bergaul dgn laki2 ketimbang cewe suku lainnya.
    Ini jg yg mnjadi masalah krna sifat mreka yg berani dekat dgn cowo2 kadang mreka kebablasan. Dan maaf keberanian dan kelemahan dalam menahan nafsu mreka kadang menjerumuskan mreka diluar logika.
    Harapan sy semoga ekonomi dimanado cepat sejahtera krna jika sifat spesial cewe manado ditambah ekonomi yg sulit dpt menambah seks bebas smakin merajalela disana. UMR yg rendah ditambah harga2 disana yg terkadang lebih mahal dr jakarta menambah sulit posisi cewe2 manado yg tdk ingin terlihat susah.

  37. Wow aku cewek Manado asli suku Minahasa, kota kelahiran Tondano. tapi maaf saja, pemikiran om salah. jujur kami cewek manado sangat frontal dalam bahasa dan tindakan ataupun kelakuan, semua harus transparan, kami tidak suka basa basi, kalau suka bilang suka, kalau tidak bilang tidak, kami sangat menghargai kejujuran dan bantuan sesama biar enak persahabatannya… jika kami menjadi seorang istri biasanya kami lebih dominan mengatur keluarga, soal keuangan, plan dan menjadi pendukung hebat untuk sang suami, ada istilah berkata bahwa perempuan suku Minahasa perempuan yang kuat dan pintar yg harus menjadi penopang bagi suami, jika suami nya jatuh sakit maka haruslah perempuan maju bertempur bagi keluarga nya,…jadi kalo dibilang kota seks, sebaikanya om kenal dulu baik baru di komen. kenapa kota surabaya yg begitu terkenal dengan doli nya ngk dibilang kota seks atau bibir apa bubur seperti kata om. kenapa? karena banyak orang diluar sana cemburu dengan kecantikan dan kecerdasan cewek manado sehingga cewek manado sasaran dari asumsi negatif. asumsi itu disebarkan dengan sangat ekstrim sehingga siapa saja yg mendengar asumsi itu menjadi parno kayak om gitu. sebagai bukti, sejak saya kuliah sampai teman sekantor saya yg saya dapatkan mereka sangat menolak ajakan para om2 atau boss2 yg kegatelan, kalo sekedar ladeni bahasa gatal mereka kami bisa ikut2an krna itu bagaikan “bakusedu” artinya lelucon candaan kami bisa jadikan itu bahan lucu dan tertawa biar makin rame, sehingga itu menjadi sebuah dorongan utk tidak meladeni nafsu para om gatal karena itu sangat memalukan!. istilahnya lebih baik terbuka dalam bakusedu dan jijik melakukannya dari pada keliahatan diam dan menutup diri namun gampangan!

  38. Setiap daerah pasti mempunyai sisi gelap tersendiri. Tapi itu haya akibat oknum yang tidak bertanggung jawab.
    Tapi yg terpenting adalah kita tetap satu jangan menjatuhkan suku atau ras lain karena kita semuanya sama saling membutuhkan dan harus saling menghargai..
    Kalau menurut pepatah sunda silih asih silih asuh. Saling menyayangi dan saling menjaga..
    Hilangkan budaya rasis..

  39. Gue udah 13 thn lebih di Manado, sampe detik saya menulis comment ini posisinya saya lagi di Mantos 3 Manado. Sebelum saya kesini, memang image itu sudah sangat melekat dihati saya. Namun ternyata itu hanya sekedar image belaka. Kalo dari sisi negatif mah semua kota di dunia juga ada, cuman image nya itu yg bikin seseorang menilai lebih-kurangnya sesuatu.

    Yang mau saya komentarin yaitu:
    +) Manado itu kota paling indah, mulai dari pemandangan sunrise dibalik gunung klabat dan sunset yang tenggelam di pinggiran boulevard manado.
    +) Lo mau jadi orang beriman juga bisa, lo mau jadi rusak juga bisa. Tergantung dimana lo pilih pergaulannya.
    +) Manado merupakan kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia. Hari raya natal yg jagain greja dari temen2 muslim, dan saat idul fitri yg jagain mesjid temen2 kristen. Sungguh ga bakal ada duanya kalo lo bisa rasain moment yang kayak gini.
    +) Cuman di manado yang angkotnya mewah2, wakakakakk… Pak SBY waktu berkunjung ke manado aja salut ama angkotnya. Di kota lain apa ada automotive contest khusus untuk angkot?. ga ada cuy, manado doank yg kayak gitu. Bayangin bahkan beberapa angkot yang modifikasinya hingga lebih dari 200 juta, lantainya dari kaca tebal, lcd 10′ dimasing2 tempat duduk, audionya kalo diputer keras kayak lagi di club malam, belum lagi lampu2 nya udah kayak toko lampu jalan gitu. Kira2 itu balik modalnya kapan kalo cuman ngandelin setoran yang cuman 120rb/hari, salut dah…
    +) Yang terakhir, kalo niat lo datang udah memang ngincer lendir maka yang lo dapet juga pasti itu, tapi kalo lo dateng dengan niat positif nyari pergaulan yang bagus sambil menikmati indahnya kota manado yang sesungguhnya, lo juga bakal dapet karena memang lebih banyak pergaulan positifnya dari pada negatifnya disini, cuman ya itu tadi diatas “image” jadi mau gimana lagi.

    Yang bisa merubah image Kota Manado bukan cuman orang yg tinggal disini aja tapi dari temen2 yang dari luar kota juga, kalo bisa tolong bantu perbaiki image kota Manado ya guys ;) kita disini banyak yang religius kok, yang suka gituan juga masih dibawah 20% banyaknya cuman lebih kelihatan mereka karena image yg udah terlanjur mempopulerkan mereka :D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: