Oleh: hamzah73 | Februari 1, 2010

Reva-ku Tersayang, Tujuh Tahun Tak Mengenal Nasi

Penulis : Hamzah

Moch. Reva Amirul Hamzah begitu nama lengkap Reva, putra pertamaku yang terlahir 24 Desember 2002 silam. Pemberian namanya, terinspirasi dengan tanggal kelahirannya berdasarkan tanggal nada (Re=dua) dan (Fa=empat), sementara kata Amirul ditengah namanya, terispirasi dari sosok Amirul Tamim, Walikota Bau-Bau, dimana saat Reva lahir bersamaan dengan kemenangan Amirul Tamim di Partai Golkar untuk tampil sebagai Walikota Bau-bau yang pertama kalinya.

Reva, saat ini ia masih terkulai lemas dirumah…semalam dia sakit, muntah hingga mengeluarkan semua apa yang ada dalam isi perutnya…bagiku, sakit Reva kali ini membuatku terharu panjang, tak terasa air mataku jatuh menetes…padahal sakit yang dialaminya bagiku masih sesuatu ‘yang biasa’, maklum hampir setiap bulannya, (ini yg aneh) maksudku setiap awal bulan, Reva mengalami hal yang sama dan berulang.

Keharuanku pada Reva mungkin sesuatu yang biasa dimata para orang tua..tapi kali ini kuanggap sesuatu yang istimewa..maklum diusianya yang sudah 7 tahun dan duduk dibangku kelas 1 SD, Reva dalam sakitnya tak pernah mengeluh..meski ia muntah, tapi ia masih bisa tersenyum pada adik-adiknya…Refi dan Noval…bahkan masih sempat bertanya kepadaku…”Etta mau kemana?” (Etta panggilan khas Bugis pada ayahnya)..pertanyaan yang biasa diajukannya ketika saya dilihatnya berpakaian rapi..

Pagi ini, Reva tak masuk sekolah…ia sudah bermain dengan adiknya Noval..dia tahu kalau dirinya masih lemas..terkadang ia memanggil manja…”Mama mana susuku, mana rotiku, mana Mie-ku, mana kejuku..….”

Susu dan Roti bahkan Keju adalah makanan favoritnya, bahkan telah menjadi makanan pokoknya. Kusebut seperti itu, sebab Reva memang beda dengan anak-anak lain di negeri ini. Reva sama sekali tak doyan nasi..bahkan di usianya yang ke-7 tahun, Reva sama sekali tak mengenal yang namanya Nasi…bahkan Nasi telah menjadi musuh utama baginya hingga usianya sekarang.

Suatu waktu, karena merasa gelisah dengan keanehan pola makan Reva, ibunya pernah memaksakannya untuk makan nasi. Nasi dipaksakan masuk dalam mulutnya, tapi kemudian ia muntahkan,..seolah ia menelan duri…seolah dia menelan kotoran….

Tak patah arang, dengan semangat ingin menjadikan Reva sama dengan anak-anak lain sebayanya, pernah ibunya ‘menyisipkan’ nasi dalam semangkuk mie kegemarannya…karena sama sekali tak tahu…Reva pun melahapnya dengan semangat…Ada kebanggaan dalam hati, kalo sebenarnya Reva masih bisa makan nasi…namun kebangaan itu sirna setelah Reva selesai makan….

Semua makanan yang dilahapnya kembali dimuntahkannya…Reva bukan tak suka, tapi sepertinya tubuh Reva seolah menolak nasi…sebagai orang tua kami tak pernah berhenti bertanya kepada siapa saja…

“Apakah ini penyakit?”

“Bagaimana pola makan Reva?”

“Bagaimana Reva bisa makan nasi kalau seperti itu”

Hampir semua jawaban yang kami peroleh…mengatakan;

”Paksakan makan nasi!!”…

”Jangan beri dia mie, sebab itu berbahaya!!”

Semua jawaban tentu tak memuaskan kami, sebab semuanya sudah kami coba..malah sebaliknya, Reva menjadi anak yang trauma, dan tubuhnya gampang sakit…

”Apa boleh buat, apa yang diinginkannya ’terpaksa’ kami beri, tentu demi pertimbangan keselamatan Reva tersayang….meski hanya susu, roti dan mie..makanan yang tak lazim bagi anak-anak Asia tenggara…

Suatu waktu, pernah beberapa hari Reva malas kesekolah..entah apa penyebabnya, dia sama sekali tak mau kesekolah…cek percek ternyata ia pernah dipaksakan oleh gurunya ’Makan nasi’ saat ada acara perpisahan di sekolah itu…itulah yang membuat kami menyimpulkan, Reva hingga usianya di tahun ke-7 ini ditakdirkan untuk tidak mengenal nasi, meski kami berharap, Allah bisa merubah pola makan anak kami itu….

Jam 10 wita pagi ini..hatiku gembira…saat mengantar Revi adiknya dari TK, Reva terlihat bermain di pekarangan, meski matanya masih terlihat kuyu…namun tampak setetes keringat menetes di keningnya, alhmadullillah..Reva-ku tersayang, kini bisa lagi bermain…..”Etta mau ke kantor lagi” begitu Reva bertanya sambil meraih tanganku lalu menciumnya tanda takzim…..(**)


Responses

  1. Pak hamzah,rupanya bukan cuma ank bpk saja yg menolak nasi. Tapi saya jg pnya pngalaman yg sama dg bpk. Anak saya skrg usianya 3,5th,namanya Zaidan. Ketika Zaidan akan berulang thn yg ke-2,tiba2 dia tdk mau makan nasi,klo dipaksa pun akn kluar smua seisi perutnya. Dan itu bjalan hingga kini di usia nya yg ke 3,5thn. Pada saat itu Zaidan sampe dehidrasi krn perutnya yg kosong akibat trs2an muntah.
    Apakah skrg Reva msh blm jg mkn nasi pak? Klo sudah,tolong beritahu saya dg cara apa bpk membuat Reva kembali mengkonsumsi nasi.Terimakasih…

  2. Saya juga mengalami hal yang sama anak saya perempuan ella sekarang 8 th per januari kemarin kls 2 sd sampai saat ini menolak berat nasi dan semua olah bahkan buah, dia hanya mau susu , roti keju n kentang, saat ini dia lagi sakit amandelnya membengkak, sebenarnya saya sudah sangat stres berat apalagi kalo dia sedang sakit, air mata ini rasanya sudah kering, dia anak saya satu satunya itu saja susah baru di usia 38 th saya mendapatkannya, dan harus keluar dari kerja.
    berbagai usaha sudah aku lakukan dari mulai cara halus sampai paksaan bahkan pernah mencoba satu butir nasi langsung muntah semua seisi perutnya,
    sudah pernah saya ke dr sphikiater n pshikolog dan yang terakhir saya bawa ke hipnoterapi tetapi blm ada hasilnya….mohon saran dan solusi, apabila ada hub saya di nomer 081915519304


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: