Oleh: hamzah73 | Desember 18, 2009

Eksotisme Mancing Cumi di Purnama Lakeba

Mencari cumi-cumi merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi masyarakat di kawasan Pantai Lakeba Bau-Bau. umumnya, kegiatan ini dilakukan pada malam bulan purnama, ketika bulan tampak utuh dengan cahayanya yang keperakan. Umunya para pelaut memilih mancing cumi ketimbang turun kelaut, konon saat itu ikan susah ditangkap. Katanya, ikan tidak menyukai cahaya yang terlalu terang dan pengaruh gaya grafitasi bulan pada lautan di bumi membuat laut menjadi pasang.

“Biarpun dipaksakan melaut, mereka tidak akan mendapatkan ikan. Ikan tidak mau berteduh di bawah cahaya lampu petromaks milik para nelayan, karena laut secara langsung diterangi cahaya bulan,” kata Imin, warga Baubau yang doyan ‘mencumi’.

Saat berburu cumi-cumi, ada orang yang melakukannya sendiri, banyak juga yang berburu bersama-sama. Menurut Imin, jika berburu bersama-sama, suasana menjadi penuh canda tawa.

Mereka beburu cumi-cumi menggunakan sampan kecil. Sampan itu berukuran panjang rata-rata tiga meter dan lebar 30 sentimeter.  Wilayah tangkapan mereka terutama di kawasan Lakeba, hingga menyusuri Pantai Nirwana.

Udang-udangan

Ketika berburu, para maniak cumi menggunakan umpan yang terbuat dari kayu ataupun “fiberglass” yang dibentuk menyerupai udang. “Mangsa cumi salah satunya adalah udang. Makanya umpan dibentuk seperti udang. Kalau menggunakan udang betulan biayanya mahal,” kata Imin.

Di sisi belakang udang-udangan tersebut dipasangkan pengait yang sangat runcing dengan panjang rata-rata tiga sentimeter. Pengait yang terbuat dari baja berukuran tiga millimeter itu dibentuk menyerupai mata pancing. Alat itu dipasang tepat di bagian ekor udang secara melingkar menyerupai bunga yang mekar.

Pada sisi depan bagian bawah, udang-udangan diberi pemberat dari timah yang menempel sesuai beban yang diinginkan. Bagian kiri dan kanan atas umpan dipasangkan dua biji manik-manik yang berfungsi sebagai mata.

Selain itu, di bagian tengah kiri dan kanan dipasangi  beberapa lembar bulu-bulu halus buatan, agar udang tidak miring saat berada di dalam laut.

Penggunaan umpan yang terbuat dari kayu atau fiber itu tergolong susah tapi unik. Susahnya, saat umpan atau udang itu berada di laut, nelayan wajib sesekali menarik-narik tali pancing yang terikat di mulut udang, agar udang tersebut tidak tersangkut di bebatuan karang. Saat di dalam air, umpan tersebut bergerak naik turun layaknya udang yang menari-nari. (hamzah)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: