Oleh: hamzah73 | November 3, 2009

Loji (di Baubau), Kampung Kecil dengan Nama Besar

Penulis : Hamzah

lojiLoji, tiba-tiba saya berpikir panjang tentang nama wilayah ini. Letaknya dikawasan muara kali Bau-Bau menjorok ke teluk. Tepatnya di Kelurahan Nganganaumala Kecamatan Murhum Kota Bau-Bau. Pas menghadap plasa Umna Rijoli yang kini terbangun megah dibir pantai kota pemilik benteng terluas di dunia ini.

Berbagai sumber menyebutkan nama Loji sebenarnya berasal dari bahasa Belanda yakni kata Lodge, entah apa artinya, tapi banyak yang menyebutkan jika Lodge sebenarnya adalah ‘pelabuhan kecil’. Bahkan ada yang bercerita, jika kawasan Loji ini memang dahulu tempat kapal-kapal VOC berlabuh. Mungkin saja pikirku. Sebab dimana-mana kota kota yang pernah di kuasai Belanda di nusantara ini pasti punya kampong bernama Loji. Benar atau tidak, memang butuh penelitian lebih lanjut.

Khusus di Kota Bau-Bau yang merupakan warisan kejayaan Kesultanan Buton masa lalu, kini nama Loji popular di seantero Buton Raya. Padahal dari sisi luas wilayah, relatif sangat sempit. Bahkan data yang diperoleh jumlah penduduk yang ada di kampung Loji Bau-Bau ini penduduknya tidak lebih dari 50 Kepala Keluarga.

Bahkan sebenarnya, Loji di Bau-Bau ini lebih cocok disebut satu kawasan Rukun Tetangga (RT)  ketimbang nama ‘kampung’. Namun lebih dari itu, ada kebanggaan dari orang-orang Buton, baik yang berdomisili di Kota Bau-Bau, Kabupaten Buton, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Bombana, Kabupaten Buton Utara, serta orang-orang Buton di perantauan menyebut Loji dengan sebutan kampung.

Mungkin karena sejarah panjangnya, namun yang pasti ada kebanggan jika menyebut nama Loji ini. Bahkan saking bangga menjadi ‘orang Loji’ di berbagai komponen masyarakat ada saja terbentuk ‘komunitas orang Loji’. Ada yang menyebutnya ‘Arisan Loji’, ada yang menamakan Kerukunan Keluarga Loji dan lain sebagainya.

Pada Pilkada beberapa waktu lalu, tepatnya di tahun 2008, saya sempat berdiskusi dengan salah seorang calon Walikota. (maaf, namanya tidak disebutkan). Ia mengaku jika berasal dari Keluarga Loji, meskipun sebenarnya dia sendiri dikenal public di kota ini berasal dari salah satu gugus kepulauan di Buton Raya ini. Dia bilang begini, “Insya Allah keluarga Loji mendukung saya, dan saya yakin bisa memenangkan Pilkada ini,” begitu ucapannya dengan sangat yakin.

Keyakinan beliau beralasan. Ia mengakui jika sesorang telah menguasai ‘kampung Loji’ maka akan berpengaruh besar bagi komunitas-komunitas lainnya. Alasannya, masyarakatnya sangat kompak karena didukung ikatan darah keluarga yang sangat kental, bahkan konon orang-orang Loji di perantauan terbilang sukses secara ekonomi.

Loji di era kekinian.

Terlepas dari cerita dan kebesaran masa lalu, Loji kini juga menjadi perhatian pemerintah Kota Bau-Bau dalam proses pembangunan. Bau-Bau dengan semboyan ‘menjadikan laut dan sungai sebagai halaman depan’ tentu memiliki dampak langsung bagi masyarakat di wilayah itu. Setidaknya, rumah-rumah di kampong Loji ini juga akan menghadap langsung dengan laut dan sungai. Peruntukannya sederhana, jika laut dan sungai sudah menjadi halaman depan, maka kebersihan akan terjaga, sebab tak akan ada lagi rumah tangga yang membuang sampahnya ke laut atau sungai.

Disana juga ada program Pemkot membangun kawasan itu dengan sebutan ‘Pembangunan Kota Mara’ dimana Loji menjadi kampong terdekat di kawasan itu. Gagasannya, disana akan terbangun Islamic Center dan sejumlah fasilitas umum lainnya, dengan tetap bercirikan adapt dan budaya setempat. Ini pun bukan sekedar rancangan biasa, program pembangunannya sudah di mulai dengan reklamasi di sekitar kawasan tersebut.

Yang pasti Loji adalah nama kampong yang punya sejarah panjang. Disana pernah bersandar sejumlah kapal-kapal kompeni dan juga kapal rakyat sejenis Pinishi dan Lambo. Namun kini, ada pergeseran dinamika. Yang tersisa  hanya sampan-sampan rakyat dan juga kapal-kapal nelayan penangkap ikan. Itupun jika mereka bertepi karena arus di lautan yang lagi kencang. Jika musim timur, kawasan itu terganti dengan kepadatan arus lalu lintas yang melintasi Jembatan Gantung dari Kali Bau-Bau yang membelah kota itu. Loji, kampong dengan nama besar….(***)

 


Responses

  1. sy mau diajak mengunjungi daerah pariwisata dan dearah yang bersejarah di bau bau ini…

  2. Tho Lojhi,, Bnyak Knangan’Quw Yng Trtinggal Dsanaa…

  3. teman saya punya marga “Kalmit”… dia berasal dri bau-bau.. boleh tau nggak artix “kalmit” itu apa… klo ada jawaban tlg d kirim k alamat email sy.. rexa_holic@yahoo.co.id . saya penasaran dgn artinya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: