Oleh: hamzah73 | Oktober 30, 2009

“Hanya Menunggu Kehadiran Presiden”

Penulis : Hamzah

sbyPenetapan Kabinet Indonesia Bersatu II yang dikukuhkan Presiden SBY, menimbulkan sejumlah ekses di tanah air.  Bukan sekedar adanya posisi Menteri yang diperdebatkan, tapi juga keinginan untuk merebut satu posisi sebagai perwakilan etnik tertentu. Wajar memang, apalagi negeri berasal dari berbagi etnik, yang punya budaya, punya kemajuan, dan punya identitas jati diri. Pertanyaannya, apakah kita juga perlu melakukan tekanan hanya untuk menduduki jabatan itu? Tentu kita berharap, semuanya dipikirkan dengan pikiran yang sejernih-jernihnya.

Di Pulau Buton, terdapat sejumlah daerah yang punya kemampuan dasar untuk menjadi yang terbaik di negeri bernama Indonesia ini. Di sana ada Kota Bau-Bau, ada Kabupaten Buton, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Buton Utara dan Kabupaten Bombana. Tentu di dalam wilayah-wilayah otonomi itu, juga punya nama-nama pesohor yang layak jual untuk menduduki  pos-pos Negara. Sebut saja, Prof Dr La Ode Masihu Kamaluddin, Drs. MZ. Amirul Tamim,M.Si, Ir HLM Sjafei Kahar, dan sejumlah akademisi dengan latar belakang pendidikan guru besar, bahkan juga yang berlatar belakang militer seperti Jenderal Theo Syafei dan Jenderal Assad Mbai.

Tetapi ‘pergolakan’ untuk merebut sebuah jabatan level Negara nyaris tak terdengar. Apakah orang di Buton malu untuk melakukan hal seperti itu? Ataukah di Buton masih memiliki adat budaya yang memahami apa yang dimilikinya? Namun yang pasti keinginan untuk menjadi ‘wakil’ di jajaran elit pusat tentu ada, meski tak harus lewat tekanan yang bernuansa politik.

Hanya yang pasti, Presiden SBY,meski tak punya hasrat untuk ‘mengambil’satu atau lebih orang Buton menjadi petinggi negeri ini, namun setidaknya pak Presiden, bisa melihat Pulau Buton yang sejak dulu dikenal karena kekayaan begitu juga budaya dan kehidupan social masyarakatnya.

Dalam sejarah ‘kebutonan’ hanya mantan Presiden Megawati-lah yang pernah menginjakkan kaki di Pulau Aspal ini. Itupun sebelum menjadi Presiden. Artinya, sebuah mimpi besar akan terjadi, bila Presiden yang sudah dua periode ini meluangkan waktunya untuk berkunjung ke negeri khalifatul khamis ini.

Lalu apakah pentingnya seorang Presiden berkunjung ke sebuah daerah?  Kalau itu pertanyaannya, rakyat jelata pun tahu. Jika kunjungan seorang Presiden tentu memberi  dampak tersendiri dalam roda pembangunan. Inilah yang kami nanti-nantikan dari kedatangan seorang Presiden. (**)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: