Oleh: hamzah73 | Mei 2, 2009

JK, Bersabarlah!

Penulis : Hamzah

jusuf-kalla4Entah kenapa, hegemoni politik Presiden SBY akhir-akhir ini sepertinya mulai ‘mencederai’ lawan-lawan politiknya. (Yah namanya juga politik). Tentu, yang paling merasakan getirnya politik ini adalah Sang Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Ini juga banyak dirasakan sebagian orang. Bahkan, beberapa warga menyebutkan jika pilihannya kini beralih ke Jusuf Kalla, yang kini telah menggandeng Wiranto sebagai calon Wapresnya.

Politik seperti ini mereview perjalanan SBY-JK di tahun 2004 lalu, yang waktu itu ‘tertekan’ dengan politik Presiden Megawati. Saking tertekannya, publik Indonesia begitu simpati dengan SBY-JK, yang kemudian tampil sebagai pemenang Pilpres untuk pertama kali dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia.

Perjalanan seperti ini juga terulang di tahun 2009 ini. Dan, poisisi ini dirasakan JK tentunya. Padahal dari alur perjalanan politik JK, ia tidak ‘berambisi amat’ menjadi Presiden. Ia paham posisinya sebagai orang kedua, paham pula kalau Golkar hanya pemenang kedua setelah partainya Pak SBY. Namun, persoalan JK merasa ‘tak dihiraukan’ ia memilih untuk menjadi Capres. Sama benar dengan posisi SBY di tahun 2004.

Keaadaan seperti ini ‘disadari’ pihak Presiden SBY dengan partai Demokratnya. Wajar saja jika kemudian, kubu SBY melakukan politik ‘pencitraan diri’ yang seolah lepas dari skenario mengucilkan JK. Mau liat bukti? Sejumlah media memberitakan, jika Demokrat kerap membuat statemen yang seolah tak ingin berdosa dengan lepasnya ‘JK dari SBY’. Salah satu statemen itu, yakni Demokrat memberi ucapan selamat atas pendeklarasian pasangan Capres JK dan Wiranto.

Terlepas dari ‘hanya sekedar ucapan selamat’ tapi publik menilai jika itu juga bentuk pencitraan diri kubu SBY. Yang belakangan ini ‘telah tervonis’ sebagai pihak yang tidak menginginkan lagi JK sebagai pendamping SBY. Padahal sebenarnya, jika SBY benar-benar menginginkan pasangan lain diluar JK, maka tak ada salahnya jika SBY secara ‘terang-terangan’ menyampaikannya kepada JK. Bukan malah menjebak JK untuk melakukan manuver politik lain, yang bisa merusak hubungan keduanya.

“Pak JK, bersabarlah” ungkapan ini banyak dilontarkan rakyat Indonesia yang mulai banyak ‘meraih’ simpati belakangan ini. Apalagi pasangan JK adalah Wiranto, sosok Jenderal tangguh yang tidak diragukan kemampuannya. Yang pasti kubu SBY harus mewaspadai kantong suara pasangan yang memakai jargon JK WIN ini (artinya JK menang).

Bisa diprediksi, Pulau Sulawesi adalah kantong suara terbesar JK WIN. Selain itu, Maluku dan Papua, sebagian Pulau Kalimantan dan Sumatera adalah ‘pundi-pundi emas’ JK WIN. Kalau kubu SBY salah melakukan manuver politiknya bisa jadi ia ‘terguling’ dari pasangan ini. Belum lagi popularitas kubu lain yakni dari Megawati dan Prabowo ikut menggerogoti kubu SBY.

Perseteruan paling panas dalam meraup suara di Pilpres nantinya, tentu di Pulau Jawa, maklum ‘manusia Indonesia’ terkumpul di sini. Tapi hati-hatilah, Pulau Jawa bakal terkotak-kotak. Selain Wiranto, ada Mega, Prabowo dan SBY akan membagi habis suara Pulau ini. Tapi jangan lengah JK bisa ‘mencuri’ suara yang cukup signifikkan di pulau ini.

Makanya wajarlah jika banyak yang berpesan “hati-hatilah SBY” dan “Pak JK, bersabarlah”………(**)


Responses

  1. HAY….

    Salam Blog

  2. salam balik buat Syair…selamat berblog ria…makasih kunjungannya…..

  3. Wahhhh PRO JK nih…… kalau aku sih sebaliknya, JK adalah kacang yang lupa akan kulitnya…. hidup SBY..kkkkkkkkkkk

  4. sy setuju skali dgn tulisan’ta.
    JK mmg butuh energi besar jika ingin memenangkan pilpres.
    tapi ngomong2, knpa ya, JK selama jd wapres tdk satu kalipun datang mengunjungi Buton ??
    beda misalnya dgn Makassar yg berkali-kali dikunjungi.

  5. Sekali JK….tetap JK…..Sby bukan lagi SBY 5 tahun yang lalu yg penuh simpati, santun dan menawan sekarang…berubah tebar pesona keangkuhan dan kesombongan karena merasa diri yang….paling….dan segalanya…mengklaim buah pikiran orang demi popularitas….SBY….jago retorika…hanya dimulut doang….ngomong toh….tidak bukti…..Bravo..JK….lebih cepat lebih baik dgn sikap rendah diri….dan memohon kepada yang diatas…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: