Oleh: hamzah73 | Februari 3, 2009

Yayuk, Yokyakarta Dibalik Monitor

Penulis : Hamzah

Dunia maya memang membuat orang bermimpi. Punya saudara, punya pacar, punya teman, sayangnya cuman dibalik monitor..namun tidak sedikit juga dari mereka bertemu dengan mediasi dunia maya seperti ini. Yayuk misalnya, perempuan 40-an tahun asal Kota Gudeg ini begitu ramah menyapaku..tiap aku online..yayuk menyapaku dengan akrab..aku benar-benar menjadi adik darinya meskipun jauh di bumi sri sultan sana..

Ia bernama Sri rahayu, tapi saya lebih senang menyapanya dengan Yayu’, bisa berarti nama singkatnya..tapi Yayu’ dalam konteks bahasa saya adalah panggilan perempuan kepada kakaknya. Entah kenapa saya begitu setia menyapanya..ada perasaan jika saya juga butuh kakak perempuan yang tiap hari, dan yayu’-lah yang memerankan itu semua..

Memang tak ada hubungan ‘darah’ sama sekali, apalagi kalo menggamparkan perempuan ini dengan kota Jokyakarta sana..tetapi cara ngomong dan ngemongnya, membuatku ingat benar dengan kota kesultanan itu…santun, santai dan berbudaya…paling tidak ia memberiku siraman hati, dengan kerasnya jiwa ini…

Yang kukagumi dari dia sebenarnya bukan tipe ke-yokyakarta-annya, lebih dari itu, ia harus menjalani hidup singel parent bersama ketiga buah hatinya, setelah sang suami menghadap yang kuasa beberapa tahun silam. Itu pengakuannya… Kini Yayu’ hidup ‘berempat’ dalam sebuah pondok seni penuh cinta..buah hatinya Aditnya, Adit dan Lolita tumbuh menjadi anak-anak seni kebanggaan bangsa. Putra-putri ini benar-benar tampil sebagai pengganti sang Ayah, menembus ruwetnya kehidupan.

Yang pasti Museum rekor Indonesia (MURI) telah mencatat ketiga anak ini sebagai orang yang ‘terbaik’ di Indonesia. Beberapa event internasional telah direngkuhnya, dibidang seni dalam usia yang sangat belia. Sebuah keajaiban Yang Kuasa kepada anak-anak Indonesia ini. Makanya tidak heran jika media setempat pernah mengkiaskan ketiga anak ini dengan satu sebutan khusus. “Panah Ajaib dari Bantul”, sebuah penghargaan besar buat mereka…

Yayu’, Jokyakarta di balik monitor..begitu saya menuliskannya. Saya hanya ingin berarpresiasi dengan apa yang kurasa saat ini. Mengenal seseorang dengan karakter Jawa tanpa pernah melihat bagaimana rupa mereka. Saya hanya merasakan apa yang ia alami sekarang..hidup dengan kesederhanaan, dengan tawa dan canda. Tak ada lagi gelak suara bass menggema dari Pak Adi, sang suami yang sudah Nirwana sana. Yang ada suara gesekan kanvas dan baitan irama 3 putra putri yang kini beranjak remaja. Sesekali terdengar teguran kecil dari sang bunda, memanja dan memohon agar mereka tidak berperangai seperti dunia remaja lain di pertiwi ini. Semuanya terasa dalam bait-bait chatingan yang lahir dari jiwa dan hati suci Yayu’ kepadaku..

Saya paham, bahwa ia punya rasa kepadaku di layar monitor..tapi ia mencoba melawan gemuruh hati itu…ia kadang menyebutku dengan panggilan ‘naughty’..sebuah ungkapan kesendirian dari kenakalanku saat menggodanya…saya sadar jika ia ingin memilikiku jika saya bukan milik orang lain..ia sadar bagaimana sepinya jika hati perempuan-ku, jika ia merebutnya..sebuah diorama Jokyakarta dalam hati…Yayu’… begitu saya memanggilnya….I love You….jangan pernah menyerah…(**)


Responses

  1. Kisanya sungguh menarik pak. Sepertinya ini bagus kalau disinetronkan. :D

    Salam kenal ya pak. Saya juga di Jogja loh…. Jangan2 bu Yayuk itu tetangga saya. :)

  2. salam kenal pak..dari blogger norak..salam balik pak

  3. wah2.. menarik sekali..

    saya sih suka kebudayaan jogja,
    dan tentu aja gudeg-nya!
    *haha*

  4. Wiiiihhhhhh dapat pacar di dunia maya…Tapi lagu ini bukan tentang cinta melainkan untuk Indonesia dan bunga bunga bangsanya….. Kalo di artikel ini bunganya Bu Yayuk hehehe……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: