Oleh: hamzah73 | Januari 24, 2009

Maaf, Saya Bukan Pengagum Obama

Penulis : Hamzah

Barrack Obama memang fenomenal, apalagi beliau kulit hitam pertama yang memipin Negara adidaya USA. Fenomenalnya Obama, boleh jadi karena ‘kejeniusannya’ menembus politik White House dimana semua orang memimpikan menduduki kursi itu. Namun, saya beda dengan orang Indonesia dan dunia lainnya, saya bukan pengagum ‘Barry’.  Entah kenapa?

Barrack Obama, bukanlah Superman yang serba bisa dan terbang tinggi menembus angkasa. Tapi saya tidak menafikkan jika kemudian Obama mampu melakukan hal seperti Superman, dengan kecanggihan teknologi yang dimiliki USA.

Yang pasti segala ketenaran Obama, menurut pribadi saya justru dibentuk oleh kelemahan orang lain. Kelemahan dunia yang terlalu larut dengan keserakahan, kelemahan dunia dimana para pemimpinnya tak lagi mampu membuat terobosan, kelemahan dunia yang hanya melihat warga Palestina tak bisa berkelit dari senjata-senjata modern Israel, kelemahan dunia karena kemiskinan, kelemahan dunia karena degradasi moral manusianya, kelemahan dunia yang terlalu bergantung dengan ‘dollar’ dan kelemahan dunia karena kehilangan sosok panutan yang universal. Yang pasti, Obama hanya kumpulan dari berbagai kelemahan duniawi.

Lebih miris lagi dengan Bangsaku saat ini. Obama yang pernah hidup di Menteng Dalam Jakarta, dan ber-Ayah tirikan orang Indonesia, seolah-olah Obama adalah putra Indonesia Asli, seolah-olah kecerdasan Obama dibentuk dari karakter Indonesia Asli, dan seolah-olah Obama adalah hadiah Indonesia buat Amerika.

Egoisme alur pikirku ingin mengatakan, jika seharusnya Obama jika dibanding dengan anak-anak Indonesia pada zamannya, bukanlah ‘manusia unggul’, ia hanya seorang bocah biasa yang kemudian karena belajar dengan zaman, dan berhasil menembus ruwetnya perpolitikan Amerika.

Saya takut, jika kekaguman yang berlebihan bangsa-bangsa di dunia dengan Obama justru berubah menjadi ketakutan (semoga tidak terjadi). Motto perubahan yang didengungkannya, semoga benar  bisa berubah menjadi kenyataan. Bisa merubah wajah Palestina yang terkulai, (meski ternyata kemudian yang ingin dirubahnya justru hak-hak dasar Negara Israel). Bisa merubah ekonomi dunia yang lunglai. Sebab jangan sampai malah Obama justru menjadi momok menakutkan bagi bangsa-bangsa di dunia.

Saya takut kalau Obama yang ‘berdarah’ Indonesia itu mengambil prilaku dari garis bangsa ayah tirinya yang Indonesia. Sebuah bangsa yang latah, sebuah bangsa yang kini benar-benar kehilangan identitas, sebuah bangsa yang hanya mengandalkan kejayaan masa lalu tapi lupa dengan apa yang diinginkan warganya di masa depan. Bahkan sebuah bangsa yang terlalu ‘bebas’ dalam kehidupannya, sehingga bisa saling bunuh membunuh tanpa mengenal lagi hak azasi manusia lainnya.

Dari pada sibuk memuja dan mengagumi Obama, ada baiknya kita berdoa dan beriktiar semoga umat manusia di dunia ini bisa hidup dengan kasih sayang. Hidup dengan cinta, hidup dengan kedamaian. Yang pasti Obama sama seperti kita, manusia biasa, kadang alpa, kadang lupa dan kadang berbuat salah. Bayangkan jika Obama salah, alpa, lupa  dalam mengambil kebijakan. Berapa warga dunia yang merugi? Cukuplah sudah warga Paletsina terkulai lemas, cukuplah sudah anak-anak Palestina merintih dalam ketakutan dan pilu dalam kesakitan, cukuplah sudah ibu-ibu Palestina menjanda karena kesengsaraan.

Memang, memvonis salah Israel juga bukan langkah maju, tetapi membiarkan warga Palestina pupus dalam peta dunia dengan embel-embel  ceceran darah tak berdosa, sungguh sebuah kebiadaban. Pertanyaannya, apakah kita membiarkan Israel terus membunuh dan membunuh? Lagi-lagi bukan Obama jawabannya.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana menghentikan perang itu? apakah Israel harus jadi musuh bersama? Tapi setidaknya semua orang berkata, “itu sesuatu yang sulit, sebab Israel sudah haus darah”. Apakah Obama bisa menghentikannya?? Maaf, saya bukan pengagum Obama. (**)


Responses

  1. Asslmkm,

    Maaf, bro baru bisa mampir lagi…..

    Ane cuman mo bilang, kesian banget orang2 yg begitu mengidolakan Barry, Janjinya sih akan membawa perubahan pada dunia. saya koq nggak yakin yach…….. terlalu banyak alasan untuk ane kemukakan di sini.

    apapun yang dilakukan setiap manusia di muka bumi ini, ujung2nya ingin bahagia, dan parahnya ada yg mencari kebahagiaan dibalik kebendaan, kekuasaan, dan status sosial

    padahal kebahagiaan datangnya hanya dari Allah SWT, dan cara untuk mendapatkannya hanya ada di dalam pengamalan agama sesuai dengan yg di contohkan oleh Rasulullah SAW.

    sampai sejauh mana hati kita tawajjuh pada Allah SWT dan sejauh mana Jasad kita taat pada seluruh perintah Allah SWT, maka sejauh itu pula kebahagiaan akan kita dapatkan, baik di dunia ini sampai akhirat.

    untuk itu, kalau jadi pedagang, maka jadilah pedagang yg beriman, pegawai jadi pegawai yg beriman, politician jadi polician yg beriman…

    apabila hal tersebut mau dilakukan oleh setiap orang maka InshaAllah perubahan akan terjadi… tidak di tangan seorang, yg maaf “melindungi bangsa yg doyan ngerecoki dan menggerogoti bangsa lain, bahkan melakukan pembunuhan pada orang orang yang hak hidupnya tidak pantas direnggut……

    semoga bisa menjadi bahan renungan, agar kita tidak tertipu pada sesuatu/mahluk yang tidak bisa memberikan manfaat maupun mudhorat.

    Wassalam…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: