Oleh: hamzah73 | Januari 22, 2009

Cerpen : Cakrawala Maya Cinta

Pengarang : Hamzah

Vera, wanita itu duduk tertegun, matanya nanar memandang sudut-sudut ruangan. Seonggok alat musik bertabur di depan matanya tak beraturan. Biola, gitar, piano dan drum seolah ikut bicara dan bertanya, “kapan Aku dibunyikan”. Vera masih menatap kosong, Ia membiarkan alat musik itu seolah berbicara sendiri. Bisu dan tanpa jawaban.

Bel berdering, ruang yang dipakai Vera untuk mengajar sontak ramai dengan siswa. “Bu, hari ini pelajaran Biola grade empat, pelajaran kemarin malah aku praktekkan di rumah, ya bisalah untuk pentas anak sekolah,” ujar Rudy, siswa kelas II menghentakkan lamunan Vera.

“oh ya, sekarang praktek saja, semua siswa boleh membuat group musik kecil, tapi yang teratur ya? Ibu menyimak saja,” Vera memberi solusi.

Sesaat lamanya alunan musik beraroma cinta mengalun perlahan dari permainan Rudi, Maya, Eko, Tio dan Didit. Suasana ruang kelas itu berubah menjadi arena pentas musik. Apalagi Tio, sang vokalis begitu manis menembangkan album-album ST-12.
“Bila asmaraku tlah tiba, merenggut nafas di jiwa…itu dia yang datang hadirkan cinta…menyebar kedalam rasa…dapatkah ku mengatakannya, perasaan yang kupunya….untuk dia..mestinya kuungkapkan saja…Dapatkah aku memeluknya, menjadikan bintang di surga……”Tio benar-benar meresapi bait demi bait hits dari Charlie…

Lamunan Vera melayang jauh..wanita berdarah Batak Manado itu seolah terbang entah kemana…irama musik itu benar-benar membawanya ke angan yang tak bertepi. Ia seolah lupa bila dirinya seorang guru musik. Lupa kalau ia punya seorang buah hati dan suami yang telah memberinya setumpuk cinta abadi…

Vera semakin mengawang jauh, usianya yang beranjak ke-30 tahun seolah tak terukur lagi..Ia malah merasakan tumbuh getar asmara 10 tahun lalu…hidupnya seolah bangkit dari peraduan tekanan yang dirasakan dalam keluarga kecilnya. Ia menjadi pencinta, emosinya bercampur aduk antara asmara, tanggung jawab seorang ibu dan pengabdianya di sekolah musik itu.

“It’s Ok, hari ini Ibu puas, semua siswa telah bisa memerankan tugasnya masing-masing..sekarang istirahat ya?” Vera menghentikan aktivitasnya mengajarnya. 90 menit pelajaran pertama telah usai. Siswa pun dengan teratur keluar dari ruangan. Vera kembali menyendiri, di depannya terpajang layer monitar computer..tangan lentiknya mulai memainkan tuts keyboard, seolah memainkan tuts-tuts piano…yang mengeluarkan irama cinta…”Pagi sayang, I Love You… gimana kabar hari ini” begitu sebait kata terbaca di layer notebook-ku, dari wanita bernama Vera di Jakarta sana.

Itulah cara Vera menyapaku setiap harinya..hanya dengan kiriman kata-kata cinta via Yahoo Massenger…cinta Vera bersemi, aku menyambutnya dengan asmara. Aku dan Vera sama. Sama-sama menumbuhkan asmara terlarang…bahkan Aku seolah merasakan aktivitas Vera setiap harinya, meski terlalu jauh dari ukuran jarak.

Aku juga seolah tersugesti dengan kehidupanku. Bahkan tembang ST-12 murid-murid Vera aku rasakan, aku dengar….begitu dekat…bahkan degup jantung Vera sekalipun seolah terasa berdenyut dalam Nadiku. Vera dan aku telah mencinta, walau bayang wajah kami berdua tiada pernah bertemu. Cinta kami memang hanya sebatas dunia maya…tapi ia telah menghadirkan aroma hidup baru…

“Dapatkah aku memeluknya, bagaikan bintang di surga, memberikan warna yang menjadikan indah….aku tak mampu menyatakan…aku tak mampu untuk mengungkapkan…hingga sampai saat ini perasaanku tak terhingga….” Bait tembang Charlie, seolah mewakili isi hati kami berdua.

Sayang semua itu hanya dalam angan dan bayang-bayang. Tapi itulah cakrawala, cakwala maya cinta, yang seolah hidup dan bertabur intan keabadian..mendera cinta anak manusia…kini Aku hanya bisa berkata…Vera..Aku merindukanmu…(Hamzah dalam kumpulan Cerpen; Puspa Hatiku..).


Responses

  1. Morning Mr Hamzah,,,,,,
    Saya adalah salah seorang yang mengagumi cerita dan tulisan kk,ceritanya lucu jg ya kak,sepertinya sy jg punya pengalamam seperti itu,tp berakhir gak jelas gt tuch,,,ya namanya jg dunia maya,,gak nyata,,,,tp jujur membuat kt semangat sich dalam melakukan keseluruhan aktifitas,,,,tp lama kelamaan kok sy terhentak sj dr lamunanku yg berada ditengah tengah ketidak jelasan,tp sy punya prinsip wlupun saat itu aku berada dalam hubungan yg gak jelas,tp aku hrs punya tujuan yang jelas yaitu warna yang berbeda dalam hdp aku (kebahagian)
    Cuman Sayang tu kok dlm cerita itu gak dijelaskan profesi selingkuhan Mbak Vera Yg berdara Batak Manado (Batman) itu,dan berada dimana ya?????????? tp aku ksh pujian nich buat Mr Hamzah,,GOOD,NICE,,,,mkn sukses ya kak,,,,,,samaikan salamku buat mbak Vera dan ank2 muridnya,,sampaikan padanya sy jg ingin diajarin main musik jg,,,,ok,,,,CU,,,,,

  2. he he he
    anca anca
    kamu memang pinter membawa imajinasi seseorang
    melayang jauh di awan.
    Dengan ceritamu itu aku melihat kau memang penulis yang handal.
    tapi VERAmu itu lho yg buat aku jelous
    ha ha ha
    ingat lho ini hanya boleh di majinasi aja
    thanks yaaaaaaaaaaaaaaaaa

  3. saya belum baca tuntas tapi saya yakin semua punya imaji yang kuat untuk dijadikan renungan..barangkali.

  4. Cakrawala Maya Cinta memng indah…mungkin setiap orang bisa saj merasakn yang sama dengan yang penulis rasakan..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: