Oleh: hamzah73 | Mei 29, 2010

Pengingkaran gelar KH, ulama Bugis Makassar

AGH. Ambo Dalle

AGH. Ambo Dalle

Yang pasti persamaan antara ulama Jawa dan Ulama Bugis Makassar adalah sama-sama Ulama, seorang tokoh agama yang kemudian menjadi pemimpin informal ditengah-tengah masyarakat.

Ada yang menarik bila membedah keberadaan kedua ulama ini. Di Jawa, Ulama lebih sreg menggunakan gelar Kyai Haji (KH), sementara di kalangan Bugis Makassar, gelar KH ini dikesampingkan dan lebih suka menggunakan gelar ‘Anre Gurutta Haji’ atau disingkat AGH. Meski di Sulsel, sendiri beberapa tokoh Bugis-Makassar pernah menggunakan gelar KH, diantaranya KH. Ali  Yafie, mantan Ketua MUI. Namun seiring perkembangannya, gelar KH di Sulsel menghilang dan menggantinya dengan gelar AGH bukan KH? Seperti ulama-ulama pesohor lainnya di nusantara. Apakah terjadi pergeseran nilai dikalangan KH?, ataukah AGH hanya cermin identitas orang-orang Bugis Makassar? Baca Lanjutannya…

Oleh: hamzah73 | Mei 29, 2010

Wakil Walikota-ku Menjanda, Mau???

Ir Tatong Bara (wawali kotakotamobagu)

Ir Tatong Bara (wawali kotakotamobagu)

Saya tentu ingin mengucapkan maaf sebelumnya, kalau dianggap terlalu mengeksplore sisi feminim seorang pemimpin. Dan, saya juga minta maaf kepada warga Kota Kotamobagu Sulawesi Utara, kalau tulisan ini banyak yang mengapresiasi soal kecantikan dan ada pembaca yang mungkin berpikir dalam sisi yang negatif.

Membahas Kota Kotamobagu yang cantik dalam perjalanan hampir sepekan di wilayah itu (22-27 Mei 2010) itu tiada pernah berhenti. (Baca juga di http://wisata.kompasiana.com/group/jalan-jalan/2010/05/26/kotamobagu-lembah-cantik-itu/ ) apalagi membahas sisi lain dari pemimpinnya. Saya fokus pada sosok Ibu Ir Tatong Bara, seorang ibu, mantan kontraktor yang kini duduk sebagai Wakil Walikota dan sangat setia mendampingi Walikotanya, (Hi Jelantik Mokodompit). Saking setianya, saat pameran APEKSI dalam rangka HUT Kota Kotamobagu-3, saya sempat bersalaman dan mengira ibu yang cantik itu adalah istri Pak Jelantik. Ia berjalan masuk ke stand-stand pameran bagai bidadari dari kayangan, beliau seolah menjadi magnet kepemimpinan Kota Kotamobagu….waduwh..hayalan ini. Baca Lanjutannya…

Oleh: hamzah73 | Mei 27, 2010

Image Seks Kota Manado. Mari Jo!

Welcome To Manado In Boulevard

Welcome To Manado In Boulevard

Manado memang indah, cantik dan punya daya tarik tersendiri. Kota di utara Indonesia ini, dari segi nama memang punya daya jual. Menyebut dan membayang nama Manado, seolah membayang nama-nama kota yang ada di luar negeri. Manado seolah bersanding dengan nama-nama kota di negeri ‘latin’, seperti Madrid, Cossovo, dan lainnya. Apalagi nama-nama kota di Asia, hampir serupa seperti Mindanao, dan Macao. Yang pasti, image Manado bagi orang yang belum berkunjung ke sana, pasti lebih melekat dibanding kota-kota lainnya di Indonesia seperti Surabaya, Bandung dan Makassar. Ke Manado, seolah berkunjung ke negeri lain. Baca Lanjutannya…

Oleh: hamzah73 | Mei 26, 2010

Kotamobagu, Lembah Cantik Itu….

Menyisir nyiur sepanjang pantai Sulawesi Utara sungguh menjadikan Indonesia benar-benar indah, elok nian pula. Perjalanan melelahkan dari Kota Bau-Bau di Pulau Buton menuju Makassar selama 45 menit, plus penerbangan Makassar – Manado lebih dari 1 jam, lalu menyusur pantai menuju Kota Kotamobagu selama 4 jam bukan perkara gampang. Namun lambaian nyiur itu begitu indah, mencuci mata yang kelelahan. Sampailah kami di kota cantik di lembah gunung Ambang, gunung api aktif di negeri  Bolaang Mangondow, wilayah yang sebelumnya menjadi induk dari Kota Kotamobagu. Baca Lanjutannya…

Oleh: hamzah73 | Mei 19, 2010

Ritual Cukur dan Inspirasi Seorang Yusran

Rabu, 19 Mei 2010. Seperti biasanya, leher menegang dan wajah terasa ‘kusut’ menjadi sinyal bila rambut-ku telah memanjang. Harus dipangkas. Mungkin perasaan ini aneh dimata orang, tapi demikianlah kenyataannya. Tidak ada jalan lain. Pangkas!. Meski selang waktu antara ‘masa cukur’ itu terbilang sangat singkat. Hanya 3 Minggu, cukur lagi. Baca Lanjutannya…

Jumat hari ini, pimpinan kantor saya mengingatkan bila peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei mendatang, sejokyanya juga menyemarakkan semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang baru saja berlalu peringatannya. Maklum sama-sama di Bulan Mei, jadi tak ada salahnya, bila para guru banyak dilibatkan. Seorang diantara kami pun ditugaskan untuk menghubungi paduan suara di salah satu sekolah di kota kami. Salah satu lagu yang dinyanyikan dalam aubade nantinya adalah ‘Himne Guru’, karya komponis besar Indonesia, Sartono. Baca Lanjutannya…

Oleh: hamzah73 | Mei 13, 2010

AM-Anas, Lebih Baik Berduet!

Andi Mallarangeng (repro :antaratv.files.) Konstalasi internal Partai Demokrat jelang Kongres II yang digelar di Kota Bandung 21-23 Mei 2010 mendatang, ada baiknya para kandidat mempertontonkan politik pemufakatan, dengan harapan memberi pelajaran kepada anak bangsa bagaimana berpolitik santun, saling menghargai dan mengutamakan azas musyawarah mufakat, sebagaimana diamanahkan oleh nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Itu, bila kita sepakat untuk kembali mengangkat nilai-nilai idiologi yang mulai ditinggalkan anak negeri ini. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori